Pengertian Administrasi Jaringan Komputer:
Administrasi Jaringan Komputer adalah sebuah pekerjaan dari para administrator jaringan yang bertugas untuk mengatur sebuah jaringan komputer baik dalam skala kecil maupun skala besar.
Administrasi jaringan dikerjakan oleh seorang administrator, adapun tugas-tugas dari administrator jaringan sebagai berikut:
1.menginstall dan mengkonfigurasikan server
2.menginstall dan mengkonfigurasikan aplikasi software
3.back up dan restore file.
4.membuat dan mengolah user.
5.mengkonfigurasikan keamanan sistem.
6.menggunakan alat/tool untuk memperhatikan keamanan jaringan.
3.back up dan restore file.
4.membuat dan mengolah user.
5.mengkonfigurasikan keamanan sistem.
6.menggunakan alat/tool untuk memperhatikan keamanan jaringan.
Macam-macam alat infrastruktur jaringan komunikasi.
Bridge, Perangkat untuk memisahkan jaringan yang luas menjadi sub jaringan yang lebihkecil, bridge juga digunakan untuk menghubungkan dua jenis jaringan yang berbeda.
2. Router
Router adalah hadware yang berfungsi untuk menghubungkan dua network atau lebih yangberbeda network id atau arsitekturnya.
3. Modem
Modem adalah modulator de modulator yang berfungsi untuk mengubah informasi data digital ke analog atau sebaliknya.
4. Hardware wireless
Hardware wireless jika ingin menggunakan Wifi, maka perlu dipasang Hardware wireless, antara lain adalah Access Point, Router Wifi, PCI Wifi atau PCMCA.
5. Router
Router adalah hadware yang berfungsi untuk menghubungkan dua network atau lebih yang berbeda network id atau arsitekturnya.
KONSEP STATIC ROUTING.
routing adalah metode routing yang tabel jaringannya dibuat secara manual oleh administrator jaringannya. Static routing mengharuskan admin untuk merubah route atau memasukkan command secara manual di router tiap kali terjadi perubahan jalur. Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute(catatan: seperti rute pada busway) yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator.
Dalam jaringan komputer, routing terbagi menjadi dua yaitu static routing dan dynamic routing. Static routing digunakan dalam network skala kecil sedangkan dynamic routing digunakan dalam network dengan skala yang lebih besar. Kali ini kita akan membahas static routing.
Dalam static routing, kita harus memilih sendiri path yang akan digunakan untuk routing dan kita harus memasukan semua path tersebut satu persatu.
Dibawah ini ada contoh studi kasus static routing. PC1 harus bisa mengirim paket PC2, setiap router harus dapat meneruskan paket yang dikirimkan dari PC1 ke PC2 begitu juga sebaliknya.
Saya asumsikan PC1 berada di network A dan PC2 berada di network D. Maka network A harus dapat menjangkau network D dan begitu juga sebaliknya. Untuk dapat menjangkau network D, R1 (yang mewakili network A) harus melewati R2 dan R3. Sedangkan R1 tidak dapat melihat R3 secara langsung, ia harus numpang lewat ke R2. Maka pada R1 kita hanya cukup menyebutkan network tujuan D melalui interface R2 yang berhadapan langsung dengan R1 atau secara lebih simplenya melalui B.2. R2 pun harus mengenali network D agar bisa membantu meneruskan paket yang dikirim R1. Caranya, cukup menyebutkan network tujuan D melalui interface R3 yang berhadapan langsung dengan R2 atau secara simplenya kita sebut C.2. Kemudian R3 melakukan hal yang sama seperti R1 dan R2 melakukan hal yang sama untuk R3. Sekarang, PC1 dapat mengirimkan paket ke PC2
Kelebihan static routing
- Tidak akan menyebabkan overhead CPU pada router.
- Tidak ada penggunaan bandwidth (update tabel routing pada memerlukan bandwidth).
- Sebagai tambahan keamanan karena bisa memilih akses routing untuk network tertentu saja.
Kekurangan static routing
- Digunakan dalam network skala kecil (tidak relevan digunakan dalam network skala besar).
- Setiap network harus ditambahkan routing secara manual, maka jika banyak router yang digunakan, pastinya akan membuat kewalahan.
- Administrator harus mengetahui gambaran keseluruhan network dan mengetahui bagaimana setiap router tersebut terhubung.
- Jika ada perubahan topologi, maka harus diupdate manual di setiap router
KONFIGURASI DASAR ROUTING STATIC PADA CISCO PACKET TRACER
A.Pengertian
Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.Menggunakan routing static murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwading table disetiap router yang berada dijaringan tersebut.
B.Latar Belakang
Latar belakang dari kegiatan ini yaitu kita melakukan routing static ini karena saya ingin mengetahui bagaimana cara kerja static routing.
C.Maksud dan Tujuany
Apabila kita melakukan static routing ini memiliki keuntungan dari segi keamanan, karena static routing lebih aman daripada dynamic routing terhadap metode spoofing. Namun static routing juga memiliki kekurangan, kelemahan menggunakan static routing yaitu rentan terhadap kesalahan penulisan dan lebih merepotkan dibandingkan dynamic routing, karena kita harus melaukan routing secara manual satu-satu.
D.Alat dan Bahan
1.Laptop
2.Apk Cisco Packettracer
E.Jangka Waktu Pelaksanaan
Kurang lebih 20 menit
F.Tahp Pelaksanaan
1.Buat topologinya dulu
Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.Menggunakan routing static murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwading table disetiap router yang berada dijaringan tersebut.
B.Latar Belakang
Latar belakang dari kegiatan ini yaitu kita melakukan routing static ini karena saya ingin mengetahui bagaimana cara kerja static routing.
C.Maksud dan Tujuany
Apabila kita melakukan static routing ini memiliki keuntungan dari segi keamanan, karena static routing lebih aman daripada dynamic routing terhadap metode spoofing. Namun static routing juga memiliki kekurangan, kelemahan menggunakan static routing yaitu rentan terhadap kesalahan penulisan dan lebih merepotkan dibandingkan dynamic routing, karena kita harus melaukan routing secara manual satu-satu.
D.Alat dan Bahan
1.Laptop
2.Apk Cisco Packettracer
E.Jangka Waktu Pelaksanaan
Kurang lebih 20 menit
F.Tahp Pelaksanaan
1.Buat topologinya dulu
2.Kemudian mulai mengconfig pada masing-masing router dengan cara double klik pada router,jika ada bacaan seperti dibawah ini pilih "no"
konfig di router 1
Router>enable
Router#conf t
Router(config)#int gig0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.10.3 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config)#int gig0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.20.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
config pada router 2
Router>enable
Router#conf t
Router(config)#int gig0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.20.3 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
Router(config)#int gig0/1
Router(config-if)#ip add 192.168.30.3 255.255.255.0
Router(config-if)#no sh
3.Selanjutnya beri IP pada masing - masing PC/Laptop yang telah di buat pada topologi, dengan cara double klik pada PC/Laptop > Desktop > IP Configuration.
4. Jika sudah silahkan test ping dari Laptop 1 ke Laptop 2, pasti tidak bisa. Karena kedua Router tersebut tidak terhubung secara langsung. Untuk itu diperlukan yang namanya Routing. Berikut perintah - perintah untuk merouting :
ip route (space) destination network(space) subnetmask (space) gateway
Pada Router 1
Router(config)#ip route 192.168.30.0 255.255.255.0 192.168.20.3
Pada Router 2
Router(config)#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 192.168.20.2
5. Kemudian silahkan test ping dari Laptop 1 ke Laptop 2 dengan cara double klik pada Laptop > Command Promt.
G.Kesimpulan
Dengan menggunakan routing static ini setiap rute yang digunakan untuk menghubungkan dengan network tujuan akan dimasukkan sendiri oleh admin jaringannya. Atau bisa dibilang bahwa seorang admin jaringan akan memberikan informasi routing tablenya secara manual ke router agar host 1 dengan yang lainnya dapat berkomuniksai. Dan hasil dari roting static ini adalah antar host yang berbeda subnet atau jaringan bisa saling berkomunikasi.
Dengan menggunakan routing static ini setiap rute yang digunakan untuk menghubungkan dengan network tujuan akan dimasukkan sendiri oleh admin jaringannya. Atau bisa dibilang bahwa seorang admin jaringan akan memberikan informasi routing tablenya secara manual ke router agar host 1 dengan yang lainnya dapat berkomuniksai. Dan hasil dari roting static ini adalah antar host yang berbeda subnet atau jaringan bisa saling berkomunikasi.
PERINTAH DASAR
Mengenal Perintah Dasar Konfigurasi Router Cisco (CLI Cisco IOS)
Pada posting perdana ini saya akan membahas tentang konfigurasi dasar router Cisco dengan tujuan untuk mengenal sintaq CLI (Command Line Interfaces) pada Cisco IOS (Internetwork Operating System) bagi yang pertama kali atau baru memulai belajar networking dengan Cisco Devices. Konfigurasi bisa dilakukan secara simulasi pada Cisco Packet Tracer ataupun GNS3.
Konfigurasi yang akan dibahas dalam artikel ini adalah :
Mode Router
Memasuki mode konfigurasi global (Global Configuration Mode)
Konfigurasi router :
Konfigurasi yang akan dibahas dalam artikel ini adalah :
Mode Router
Memasuki mode konfigurasi global (Global Configuration Mode)
Konfigurasi router :
- Nama router
- Password
- Password terenkripsi
- Nama interfaces
- Perpindahan antar interfaces
- Konfigurasi interfaces Serial
- Konfigurasi interfaces Fast Ethernet
- Membuat banner pesan MOTD (Message of the Day)
- Menempatkan local host domain ke IP address
- Perintah no ip domain-lookup
- Perintah exec-timeout
- Menyimpan konfigurasi
- Menghapus konfigurasi
Perintah show untuk memperifikasi konfigurasi router
Menjalankan perintah EXEC di mode konfigurasi dengan perintah do
Perintah show untuk memperifikasi konfigurasi router
Menjalankan perintah EXEC di mode konfigurasi dengan perintah do
KONFIGURASI ROUTING STATIK DENGAN PACKET TRACER
Disini saya akan mencoba membuat konfigurasi routing statik dengan packet tracer yang sudah saya pelajari pada mata kuliah
Jaringan Komputer,sebelumnya sedikit penjelasan tentang routing statik.
Routing statik yaitu routing yang konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus memasukkan
atau menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis,
maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing.Karena itu routing statis
hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecilSedangkan routing dinamis biasa diterapkan di jaringan skala besar
dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian:
– Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
– Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
– Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data
Seorang administrator harus menggunakan perintah ip route secara manual untuk mengkonfigurasi router dengan routing statis.
Untuk Lebih Jelasnya kita lihat gambar dan pembahasannya di bawah ini:
Technical Order
- Router ke router : Serial
- Router ke switch : FastEthernet (boleh pake Ethernet tapi lebih cepat FastEthernet)
- Switch ke PC : FastEthernet
- Konektor yang warna merah menggunakan Serial DTE
- (recommended) Sebaiknya menggunakan Routers yang Generic (Router-PT) agar kita tidak perlu menambahkan modul pada komponen router.
- (recommended) Untuk Switches gunakan Generic (Switch-PT)
- Konfigurasi ini menggunakan CLI (command-line interface)
SETTING ROUTER
Kali ini kita beri nama Router 0 adalah “Sterling“,Router 1 adalah “Hoboken“,dan Router 2 adalah “Waycross“
kita bisa memberi nama router tersebut melalui config>global setting>display name
selain itu kita juga bisa mengganti nama hostname(config>global setting>hostname) sesuai yang kita inginkan,disini kita beri nama sama dengan nama router diatas.
1. Sterling (setting 1 serial, 1 FastEthernet)
Sterling>en // enable
Sterling #conf t //configure terminal
Sterling (config)#int fa0/0 //setting interface dari router ke switch
Sterling (config-if)#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0 //setting IP dan subnet mask
Sterling (config-if)#no shut //mengaktifkan setting diatasnya
Sterling (config-if)#ex //exit
Sterling (config)#
Sterling (config)#int s2/0 //setting interface serial di Sterling
Sterling (config-if)#ip add 172.16.2.1255.255.255.0
Sterling (config-if)#no shut
Sterling (config-if)#ex
2. Hoboken (setting 2 serial, 1 FastEthernet)
Hoboken >en
Hoboken #conf t
Hoboken (config)#int fa0/0
Hoboken (config-if)#ip add 172.16.3.1 255.255.255.0
Hoboken (config-if)#no shut
Hoboken (config-if)#ex
Hoboken (config)#
Hoboken (config)#int s2/0
Hoboken (config-if)#ip add 172.16.2.2 255.255.255.0
Hoboken (config-if)#no shut
Hoboken (config-if)#ex
Hoboken (config)#
Hoboken (config)#int s3/0
Hoboken (config-if)#ip add 172.16.4.1255.255.255.0
Hoboken (config-if)#no shut
Hoboken (config-if)#e
3. Waycross (setting 1 serial, 1 FastEthernet)
Waycross >en
Waycross #conf t
Waycross (config)#int fa0/0
Waycross (config-if)#ip add 172.16.5.1255.255.255.0
Waycross (config-if)#no shut
Waycross (config-if)#ex
Waycross (config)#
Waycross (config)#int s2/0
Waycross (config-if)#ip add 172.16.4.2255.255.255.0
Waycross (config-if)#no shut
Waycross (config-if)#ex
Bagaimana mudah bukan? Tunggu dulu kita belum selesai settingnya. Kita perlu setting routingnya, yang diatas itu hanya setting masing-masing router. INGAT! Routing berbeda dengan router.
SETTING ROUTING
Sterling:
Sterling (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.2.2
Sterling (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.2.2
Sterling (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.2.2
Sterling (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.2.2
Hoboken :
Hoboken (config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1
Hoboken (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.4.2
Hoboken (config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1
Hoboken (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.4.2
Waycross:
Waycross (config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.4.1
Waycross (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.4.1
Waycross (config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.4.1
Waycross (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.4.1
Memberi IP pada masing-masing PC
- Klik image PC
- Klik Tab Desktop
- Pilih IP Configuration
- Ulangi hingga PC5
Daftar IP Address dan Default Gateway :
Semua sudah terkonfigurasi,setelah itu kita ping pada masing-masing PC/Router,seperti pada contoh di bawah ini.













